Info music Aerobic Terbaru

Visit : www.embossstudio.com

INFO Website Baru Emboss studio

Pengunjung yg terhormat, untuk info update music Aerobic terbaru silahkan kunjungi website baru kami di : www.embossstudio.com atau klik DISINI
Tampilkan postingan dengan label 4. Bimbingan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 4. Bimbingan Anak. Tampilkan semua postingan

Anda Mengeluh Anak Anda BANDEL ..???

SANGAT lumrah anak umur di bawah lima tahun lebih suka bermain daripada melaksanakan perintah, misalnya, perintah untuk makan. Jangankan si pembantu, si ibu pun sering kesal gara-gara ulah si anak. Agar si anak mau menuruti perintah, si pembantu atau si ibu sering memilih cara kekerasan. Mainannya kadang dibuang agar si anak tidak lagi bermain. Ada juga mencubit agar si anak tidak membandel. Demikianlah, masih banyak orang berpandangan bahwa anak yang membandel perlu dikerasi untuk menjadi anak penurut.

Apakah anak penurut itu anak yang jiwanya tumbuh dengan baik? Sepintas sepertinya demikian. Sikap menurut itu diidentikkan dengan disiplin. Pendapat seperti ini perlu dibenahi dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini (PAUD), jika ingin anak tumbuh kembang dengan jiwa yang cerdas dan kreatif.

Pada PAUD, sikap penurut tidaklah identik dengan anak yang baik, apalagi cerdas dan kreatif. Malah sebaliknya. Salah satu perilaku khas yang ditunjukkan anak-anak yang berhasil di tahun pertama hingga pertengahan tahun kedua antara lain membangkang, sebagaimana dikatakan George Prasetya Lembong. Lembong mengatakan bahwa perilaku membangkang ini merupakan perilaku khas menghadapi tugas-tugas menegosiasi krisis otonomi yang sedang dan harus dilampaui anak di masa pertumbuhannya.

Anak yang menunjukkan sikap bandel atau nakal di usia dini seharusnya disyukuri oleh orangtua. Menurut Lembong, seharusnya orangtua bersyukur atas keberhasilannya membimbing anak bernegosiasi dengan krisis yang dihadapi anak di masa sebelumnya. Perilaku membandel atau membangkang tidak akan dijumpai pada anak kurang cerdas. Perilaku membandel tidak akan terjadi jika termasuk anak yang tidak berhasil bernegosiasi dengan krisis yang dihadapi pada tahun-tahun pertama.


Merupakan Reaksi

emboss.net studio juga mengutip pendapat Hetzer (1961), anak yang tidak menunjukkan perilaku membangkang pada usia dini (1-3 tahun) mengindikasikan ia mengalami hambatan untuk mengembangkan pribadinya. Anak seperti ini cenderung terhambat mencapai perkembangan kemauandan kegigihan yang sehat. Perilaku membangkang merupakan reaksi atas tindakan darilingkungan terhadap anak.

Tetapi, menurut emboss.net studio, masa membangkang itu ada batasnya. Anak di atas tiga tahun ternyata selalu membangkang, dapat dicurigai adanya pola pengasuhan yang tidak konsisten dan konsekuen. Misalnya, anak merasa sering atau selalu dibohongi oleh pengasuhnya, ibunya,ayahnya, atau siapa saja yang dekat dengannya.

Pola asuh yang selalu menggunakan kekerasan atau pemaksaan kehendak akan menjadikan anak benar-benar pembangkang. Anak yang cerdas dan kreatif dibohongi pastilah tidak terima karena itulah ia membangkang. Mestinya, berbohong kepada anak usia dini itu dikemas dalam bentuk cerita dan disampaikan dengan wajah yang bersahabat. Agar anak tidak merasa dibohongi,diperlukan komunikasi yang bernilai edukatif dari pengasuh, orangtua, atau orang-orang yang dekat dengan anak itu.

Seperti diketahui, salah satu bentuk komunikasi edukatif kepada anak usia dini adalah dengan cara bercerita atau mendongeng dalam mengalihkan perhatian sehingga anak senang mendengarkannya. Kalau anak sudah merasa senang mendengarkan kisah-kisah dalam cerita, maka muncullah imajinasi sesuai dengan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita.

Tentu dalam cerita itu ada tokoh yang disenangi dan ada tokoh yang dibenci oleh si anak.Dalam pola asuh yang efektif, tentu tokoh pembangkang dalam cerita akan dibenci oleh anak. Anak tidak akan senang kalau ia dikatakan mirip dengan tokoh jahat (antagonis) dalam cerita.Karena dikaitkan dengan tokoh cerita, maka perintah-perintah dari pengasuh maupun orangtuanya akan dirasakan sebagai bagian dari cerita.

Berbagai Alternatif

Guru TK maupun pengasuh play group disegani oleh anak-anak pastilah berkat strategi komunikasinya lewat dongeng yang disajikan. Inilah salah satu bentuk komunikasi edukatif dalam PAUD.Pada kelompok PAUD, aktivitas komunikasi anak perlu dikembangkan oleh pengasuh atau guru di TK dengan berbagai alternatif. Anak-anak diajak ke suatu tempat misalnya berkunjung ke kantor polisi, markas tentara, atau tempat lainnya yang mengandung nilai edukatif. Di tempat ini pastilah anak akan bertanya kepada petugas yang mendampingi. Seperti pernah ditayangkan TV (lokal) tentang percakapan anak dengan polisi, "Mengapa mobil bisa tabrakan Ibu Polisi?"

Pertanyaan anak ini lugas namun jawabannya pastilah akan bernilai edukatif dari polisi. Dalam kunjungan itu, anak akan berkomunikasi dengan polisi atau tentara berkaitan dengan fasilitas dan tugasnya masing-masing. Tentu di tempat kunjungan itu ada mobil yang dilengkapi sirine, di maskas tentara ada tank. Kalau si anak punya mobil-mobilan polisi atau tank di rumahnya, pastilah anak akan menjalankannya di pasir atau di tempat lainnya disertai suara menderu-deru dari mulut si anak. Dalam aktivitas bermain itu anak akan berimajinasi dengan sendirinya sesuai media yang ada itu. Anak beraktivitas dengan mainannya tentu merupakan sesuatu yang baik dari sisi pertumbuhan jiwa. Jika waktunya anak akan makan, pengasuh atau orang ua yang bijak tentunya ikut membumbui permainan anak untuk memunculkan imajinasi-imajinasi sehingga si anak merasa memperoleh dukungan, penguatan dari pengasuh maupun orangtua atas kehebatan permainan itu.Satu kalimat misalnya, "Nak, nanti dilanjutkan lagi sehabis makan!" tidak akan dirasakan lagi sebagai perintah oleh anak. Keikutsertaan pengasuh dalam imajinasi si anak akan membuat keakraban anak dengan si pengasuh. Dengan demikian, tidak perlu lagi memaksa anak dengan kekerasan untuk menyuruh makan.

Kalau kelompok PAUD ada di pedesaan, anak-anak bisa diajak ke perkebunan, persawahan, atau tempat-tempat lain terdekat. Kegiatan ini bisa memunculkan komunikasi berupa pertanyaan-pertanyaan dari anak. Misalnya, kalau mereka menemukan atau menangkap belalang, pastilah senang dan akan bertanya; apa nama belalang itu, apa makanannya, di mana tidur, dan seterusnya. Kalau mereka ikut menanam padi di sawah, sesuatu yang baik pula dari sisi tumbuhnya jiwa agraris, bahkan bagi petani di Bali dianggap pertanda baik, katanya ada "lelanusan" yang artinya "berkat sentuhan anak padi akan tumbuh cepat dan subur".

Di alam terbuka, tanpa disadari akan terjadi komunikasi yang alamiah; baik sesama anak,dengan pengasuhnya, maupun dengan petani atau peternak yang kebetulan ada di sekitarnya.Dengan komunikasi yang edukatif di alam terbuka, rasa ingin tahu anak akan tumbuh. Anak pun akrab dengan alam maupun dengan sesama. Setelah beraktivitas di alam terbuka pastilah mereka lapar atau haus. Saat istirahat, tanpa disuruh mereka pun akan makan dan minum.

di kutip dari ( igk. tribana )

Baca Selengkapnya ... [read more]

Dengan meniru, BAYI lebih cepat PINTAR


Jadi dorong si kecil agar mau melakukan peniruan dari stimulus yang kita berikan.
SAYANG, banyak orang tua yang tidak menyadari kalau sejak bayi seorang anak sudah dapat meniru karena kemampuan ini lebih identik dengan anak balita. Padahal, seperti dituturkan Dra Psi Tisna Chandra, sejak usia 2 bulan si kecil sebenarnya sudah cakap meniru.

Hanya saja, orang tua tidak menyadarinya sehingga momen ini pun sering luput dari perhatian. Seperti cerita yang diungkapkan Lubis. Ayah muda ini sempat terperanjat saat Aldi, bayinya yang berusia 8 bulan, mampu mengikuti gerakan-gerakan yang dilakukannya. “Ketika aku bertepuk tangan, ia coba mengikuti. Begitu juga saat melambai-lambaikan tangan. Bukan hanya itu, ia juga bisa tiru-tiru suara. Kalau aku bilang “pa-pa”, dia berusaha mengucapkannya. Lucu banget. Tapi apa benar bayi sebesar Aldi sudah bisa meniru?”
Tisna menegaskan, meniru merupakan salah satu tugas perkembangan yang perlu dilalui bayi, sebelum masuk pada keterampilan identifikasi. Nah, kembali lagi pada pembahasan sebelumnya, di atas usia 7 bulan, fungsi memori bayi sudah semakin baik. Ini berarti kecakapannya untuk menangkap dan menyimpan apa yang dilihat dan didengarnya lalu kemudian ditirunya akan semakin baik. Jadi dalam kasus Aldi tadi, wajar kalau ia sudah dapat meniru kata walau hanya sebatas babbling, seperti “ma-ma-ma” atau “pa-pa-pa”.
Menginjak usia 8 bulan, keterampilan bayi semakin berkembang dengan kesanggupan mencontoh gerakan motorik, ekspresi emosi, ataupun peniruan obyek seperti memindahkan dan memasukkan mainan. “Tapi jangan berharap dengan hanya sekali memberi contoh bayi lantas langsung bisa tiru-tiru. Contoh harus diberikan berkali-kali sehingga memungkinkannya untuk merekam di dalam memori lalu mengikutinya,” tandas psikolog dari Spectrum Treatment Center, Bintaro ini.
Stimulasi Sesuai Kemampuan Berikut beberapa perkembangan tahap meniru si kecil yang dapat distimulasi sehingga tumbuh kembangnya makin optimal: Suara dan Kata di usia 2 bulan bayi sudah mampu meniru kata-kata walau sekadar berujar “u…u…u” atau “a…a…a.” Sementara di usia 7 bulan, si kecil sudah bisa babbling atau mengucapkan suku kata yang senada seperti “ma-ma-ma” atau “da-da-da”. Kemampuannya kian bertambah saat 11 bulan. Saat ini bayi sudah bisa menirukan kata berunsur konsonan-vokal dengan lebih bervariasi, seperti “ka-ka”, “mi-mi”, “bo-bo”, dan sebagainya.
* Stimulus:
Penting diketahui bayi suka meniru suara yang didengarnya. Jadi rajin-rajinlah untuk mengajaknya bercakap-cakap. Saat memandikan, misalnya, berbincang-bincanglah tentang apa yang tengah kita lakukan, “Mama mau gosok tangan Adek. Angkat tangan Adek seperti ini, ya.” Semakin banyak kata yang dikenalkan pada bayi, akan semakin banyak yang tersimpan dalam memorinya. Saat kemampuan bicaranya sudah semakin baik, si kecil tinggal membuka memori yang pernah disimpannya di masa bayi ini.
* Yang perlu dicermati:
Saat berbicara dengan bayi, hindari bahasa/kata yang dicadel-cadelkan. “Cayang mau cucu ya?” (padahal maksudnya “Sayang mau susu ya?”) Bila bayi terbiasa mendengar kata yang tidak benar kelak dia akan mengatakannya seperti apa yang kita ucapkan. Repotnya, kelak kita harus membetulkan kesalahan anak tersebut bukan? Gerakan Motorik pada usia 8 bulan, bayi sudah dapat mengangkat-angkat tangan. Sebulan kemudian, ia mampu melambaikan tangan serta melakukan gerakan kiss by. Sementara umur 10 bulan, kecakapannya bertambah dengan bertepuk tangan.
* Stimulus:
Saat kita ingin si kecil mengikuti suatu gerakan, sesuaikan dengan kemampuan motorik yang ia miliki. Di usia 8 bulan, umpamanya, ia bisa diminta mengikuti contoh gerakan tangan ke atas dan ke bawah. Tapi jangan mengharapkannya bisa meniru gerakan bertepuk tangan karena kesanggupannya belum sampai itu. Berikut beberapa rangsangan lain yang bisa diberikan:- Gerakkan jari-jemari kita di udara untuk ditirunya. Stimulus ini berguna untuk merangsang keterampilan motorik halus anak agar ia kelak terampil dalam memegang benda-benda kecil, seperti pensil, pena, gelas, sendok-garpu, dan sebagainya. - Kala menginjak 9-10 bulan, si kecil bisa diajak melakukan gerakan “mata genit” (beri contoh dengan menyipitkan/mengedipkan mata kita). Rangsangan seperti ini juga akan bermanfaat bagi pertumbuhan saraf-saraf di bagian kelopak matanya.
* Yang perlu dicermati:
Selain beberapa manfaat tadi, stimulasi-stimulasi semacam ini juga dapat mengembangkan kemampuan indra peraba serta inteligensinya. Gerakan meniru menaikkan dan menurunkan mainan, umpamanya, memungkinkan bayi merasakan permukaan yang kasar/halus dari mainan yang dipegangnya. - Peniruan Ekspresi EmosiBayi 9 bulan sudah bisa menirukan ekspresi senang, marah, lucu, dan lainnya. Ini berkaitan dengan pertumbuhan emosinya yang sudah berkembang dan pembelajaran dari lingkungan terdekat, seperti orangtua, pengasuh, kakak, nenek/kakek, dan lainnya.
* Stimulasi:
Walau ia belum memahami apa itu senang, sedih, jengkel, dan sebagainya, tapi melatih ekspresi emosinya tetap perlu. Cara paling sederhana adalah dengan selalu menunjukkan senyum dan tawa saat berhadapan dengannya.
* Yang perlu dicermati:
Sebagai manusia, wajar bila kita merasa sedih, jengkel, atau marah. Namun sebaiknya jangan terlalu sering menampakkan emosi-emosi negatif pada si kecil. Bukankah ia sudah pandai meniru? Jadi kalau seorang ibu mudah mencucurkan air mata, si kecil pun bisa tumbuh menjadi anak yang cengeng. Begitu juga, bila emosi orangtua kerap meledak-ledak. Tak menutup kemungkinan karakter si kecil pun akan seperti itu nantinya. Intinya, bayi perlu belajar pentingnya kestabilan emosi. Jadi boleh saja kita menunjuk wajah jengkel sekali-kali. Tapi tetap harus diimbangi dengan senyum dan tawa. - Peniruan ObyekSejak usia 7 bulan bayi sanggup meniru perilaku orang-orang di sekelilingnya. Untuk itu, beri ia lebih banyak kebebasan untuk melakukan berbagai gerakan lewat perilaku-perilaku yang kita contohkan.
* Stimulasi:
Salah satu permainan yang bisa dicoba adalah menaruh bola ke dalam keranjang. Bayi 7 bulanan tengah menggandrungi kegiatan seperti ini. Sekitar usia 8-12 bulan, si kecil mulai bisa melakukan hal yang lebih kompleks, seperti memencet-mencet tombol keyboard komputer.
* Yang perlu dicermati:
Pilih mainan atau obyek yang menarik dari segi warna, corak, bentuk, maupun bunyi. Rasa ketertarikan akan membuat bayi mau menyentuh, mengambil, dan memegang benda/mainan tersebut sehingga stimulasi dapat berjalan lebih optimal.
Waspadai Bila Bayi Tak Pernah Meniru Meskipun belum tentu sebagai pertanda kelainan, tak ada salahnya kita melakukan tindakan lebih lanjut. Antara lain, dengan mengonsultasikan perkembangan bayi kepada psikolog atau dokter. Ada beberapa penyebab bayi tidak sanggup meniru. Bisa karena organ bicara atau organ pendengarannya terganggu. Akibatnya, saat kita mencoba mencontohkan kata-kata/perilaku, ia tidak dapat mengikutinya. Kemungkinan lain adalah autisme. Bayi dengan gangguan ini umumnya tidak mampu berkomunikasi dengan lingkungan, tertutup, dan asyik dengan dirinya sendiri.
Tapi tentu tidak bijaksana jika kita panik saat mendapati bayi tidak bisa meniru. Mungkin saja ia hanya mengalami keterlambatan dan hanya perlu waktu lebih lama, sekitar 1-2 bulan, dalam perkembangannya. Ini pun normal-normal saja selama tidak ada indikasi gangguan lain.
Baca Selengkapnya ... [read more]

Cerdaskah Anak Anda ..??



Anakku Cerdas nggak ya..?

Pertanyaan kerap muncul dipikiran orang tua. Wajar, karena setiap orang tua ingin punya anak yang cerdas. Tetapi sebenarnya pertanyaan itu tak perlu kalau saja semua orang tua tahu bahwa setiap anak pada dasarnya lahir dengan membawa berbagai kecerdasan, tinggal bagaimana lingkungan merangsang agar kecerdasan dapat berkembang optimal.


Pendapat lama mengatakan , kecerdasan manusia awalnya hanya dilihat dari dari dua aspek, yaitu kecerdasan Linguistik ( kecerdasan bahasa ) dan kecerdasan Matematik alias IQ ( intelligence Quetient ).

Tentu saja manusia tidak hanya memiliki kedia jenis kecerdasan itu, masih banyak kecerdasan lainnya. Kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya, atau secara umum kecerdasan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam berfikir, bertindak dan berprilaku sesuai dengan apa yang dihadapi. Jadi anak yang cerdas adalah anak yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan segala pengaruh yang dihadapinya dalam suatu lingkungan.

Sesungguhnya ada 8 ( Delapan ) jenis kecerdasan yang dimiliki seorang manusia, yaitu ; kecerdasan Linguistik/bahasa, kecerdasan logis-Matematis, kecerdasan Spasial, kecerdasan kinestetik-jasmani, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan Intrapersonal, dan kecerdasan Naturalis. Nah dari kedelapan kecerdasan tersebut dapat kita nilai apakah seorang anak cukup cerdas apa tidak.

Kapan Kecerdasan terbentuk ?

Kecerdasan sudah terbentuk sejak anak masih didalam kandungan. Potensi bawaan kecerdasan sudah terbentuk sejak 10-12 minggu setelah terjadinya proses kehamilan. Jadi sejalan dengan pembentukan dan perkembangan sesl-sel otak janin pada tiga bulan pertama kehamilan, potensi bawaan kecerdasan juga ikut tumbuh dan berkembang, sehingga setiap anak sebenarnya dilahirkan dengan membawa potensi seluruh kecerdasan yang ada diotaknya.

Ada faktor-faktor yang mempengaruhi potensi bawaan kecerdasan tersebut, yaitu selama proses kehamilan si Ibu harus mempunyai gizi yang baik, tidak merokok atau minum-minuman keras, tidak mengkonsumsi obat-obatan yang berbahaya, sehat dan bugar secara fisik dan psikis. Jadi untuk mendapatkan potensi kecerdasan yang baik maka faktor-faktor diatas harus dapat dilakukan dengan baik.

Disini akan dijelaskan 8 ( delapan) jenis kecerdasan yang elah disebutkan diatas beserta ciri-cirinya sehingga orang mengetahui apakah anaknya mempunyai kecerdasan yang baik atau tidak.

1. Kecerdasan Linguistik/Bahasa

Kecerdasan bahasa adalah kemampuan untuk menggunakan system bahasa manusia untuk berkomunikasi. Kecerdasan ini meliputi kemampuan mendengarkan, bercakap dan menulis untuk berbagai tujuan seperti memberi informasi, mengungkapkan pendapat atau argumen serta meyakinkan orang lain.

Ciri-ciri anaka yang memiliki kecerdasan bahasa yang baik ; Melakukan kontak mata atau menaruh minat pada orang yang berbicara dengannya diusia 3(tiga) bulan. Mengucapkan kata “ma..” pa..” atau “num..” pada usia relatif dini, mampu mengikuti perintah sederhana pada usia 6 bulan, semisal ; “ Ayo tunjukan mana hidungmu pada mama..”, mempunyai lebih dari 200 perbendaharaan kata di usia 1 tahun dan kalimat pendek diusia 3 tahun.

Anda mengerti apa yang dibicarakannya pada usia 2 tahun dengan artikulasi yang sangat jelas. Pada usia 4 tahun sudah mempu membuat kalimat lengkap dan sempurna. Di usia 5 tahun ia mampu merangkai cerita yang sederhana, pada usia sekolah, diatas 6 tahun, anak-anak dengan kecerdasan bahasa menonjol biasanya menyenangi kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan suatu bahasa sepeti membaca, menulis karangan, membuat puisi, menyusun kata-kata mutiara dan sebaginya.

2. Kecerdasan Logis – Matematis

Kecerdasan Logis-Matematis adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan mengolah hal-hal yang bersifat matematis dan ilmiah. Kecerdasan ini mempunyai komponen yang khas, yakni kepakaan dan kemampuan untuk membedakan satu pola logika atau angka dan kempuan menangani rangkaian penilaian yang panjang.

Ciri-ciri anak yang mempunyai kecerdasan logis-Matematis yang baik; Si anak senang pada hal-hal yang berkaitan dengan proses penjumlahan, ditunjukan dengan aktivitasnya yang sering menghitung mainan-mainnannya, senang bermain dengan penalaran sederhana seperti catur, ular tangga, ludo dan lain-lain.

3. Kecerdasan Spasial.

Kecerdasan Spasial adalah kecerdasan yang berhubungan dengan penglihatan dan bidang ruang. Daya imajinasi dan visualisasi merupakan bagian penting dari kecerdasan Spasial, anak-anak yang cerdas Spasial akan memiliki kemampuan untuk menciptakan imajinasi bentuk dalam pikirannya dan kemampuan untuk menciptakan bentuk-bentuk tiga dimensi.

Ciri-ciri anakn yang memiliki kecerdasan Spasial yang baik; Sangat senang bermain dengan bentuk dan ruang seperti Puzzle dan balok. Hafal sekali jalan-jalan yang pernah dilewati atau hapal perjalanan ke mall, kesekolah dan sebagainya. Tak banyak bicara melainkan lebih aktif mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan abstraksi ruang, seperti mencoret-coret, mewarnai, menyusun balok. Senang mengukur mana yang lebih panjang dan pendek, besar dan kecil, jauh dan dekat. Bisa menangkap perkiraan atau jarak dan memiliki perhatian yang besar terhadap detail seperti perbedaan warna atau ukuran yang berbeda-beda.

4. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani.

Sering diistilahkan dengan Body smart. Kecerdasan kinestetik-jasmani adalah kecerdasan seluruh tubuh yang dimiliki manusia untuk menyatakan perasaan, mengembangkan ide bahkan menyelsaikan masalah.

Ciri-ciri : Terlihat tak bisa diam, selalu ingin melakukan sesuatu, bergerak aktif ketika duduk, Hal ini dapat dilihat sejak bayi. Senang kegiatan fisik seperti melompat-lompat, olahraga atau permainan fisik. Anak merasa perlu menyentuh object yang sedang di pelajari, termpil mengerjakan kerajinan tangan seperti menjahit, membuat bentuk-bentuk lilin dari mainan dan sebaginya. Suka dan bisa menirukan prilaku/ gerakan orang lain dengan baik. Contoh, sekali menyaksikan penyanyi berjoget didapan TV, anak sudah bisa menirukannya. Suka bekerja dengan tanah liat, melukis dengan tangan atau bekerja dengan menggunakan anggota tubuh lainnya. Senang mengutak-atik benda yang menarik baginya, misalnya membongkar pasang mainan.

Anak yang mempunyai kecerdasan Kinestetik-jasmani yang baik jangan disamakan dengan anak yang Hiperaktif. Keduanya sangat berbeda, anak-anak yang memiliki body smart yang baik tetap memiliki kontak dengan orang disekitarnya, sedangkan anak yang hiperaktif memiliki sedikit kontak dengan sekelilingnya, cendrung asyik dengan duniannya sendiri.

5. Kecerdasan Musikal

Kecerdasan musikal melibatkan kemampuan menyanyikan sebuah lagu, mengingat melody musik, memiliki kepekaan akan irama, atau sekedar menikmati musik. Intinya sesorang yang memiliki cerdas musik mempunyai kemampuan untuk mengolah atau memanfaatkan sesuatu yang berkaitan dengan irama, nada dan suara termasuk suara-suara yang bersumber dari alam.

Ciri-ciri : Memiliki kepekaan terhadap suara, nada dan irama, terlihat menikmati saat bermain musik, sangat menyukai mendengarkan lagu dan musik, Suka bersenandung atau bernyanyi, Saat bersedih tampak langsung bahagia bila didengarkan lagu atau musik, Memiiki suara yang baik, mampu menginat syair dengan baik.

6. Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan Interpersonal adalah kecerdasan antar pribadi atau cerdas sosial, yaitu kemampuan dalam memahami suasana hati, maksud , motivasi, perasaan dan cara berfikir seseorang. Kecerdasan ini sangat erat hubungannya dengan kemempuan seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

Ciri-ciri : pada usia 2 atau 3 bulan bisa bisa menyunggingkan senyuman kepada orang lain. Menginjak usia 6 bulan dapat berinteraksi dengan orang lain selain orang tua atau pengasuhnya. Di Usia 9 bulan senang berkomunikasi dengan orang-orang terdekatnya. Di usia 1-2 tahun sianak senang berinterkasi dengan orang lain, aktif berkomunikasi dan senang melihat teman baru. Pada usia 3-4 tahun sudah mengenak teman dan senang bermain bersama teman-temannya baik dirumah atau berkunjung kerumah temannya. Di usia 5-6 tahun ia sudah mampu bersikap Asertif, terutama dia bisa mengemukakan kepentingannya tanpa merugikan hak-hak orang lain. Pada usia diatas 7 tahun anak yang memiliki kecerdasan Interpersonal yang baik akan mempunyai banyak teman, sering dipercaya sebagai pemimpin dalam kelompok bermainnya, dan sering menjadi juru damai bila terjadi konflik diantara temannya.

7. Kederdasan Intrapersonal
Kecerdasan Intrapersonal adalah kemampuan untuk menganalisa atau memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut. Jadi Intinya kecerdasan Intrapersonal adalah kemampuan diri sendiri mengetahui siapa diri kita sebenarnya.

Ciri-ciri : Anak tumbuh sebagai sosok yang sangat mandiri. Mempunyai sikap sehingga tidak mudah terpengaruh atas rayuan atau ajakan. Bersikap realistis dan bukan seorang pemimpi. Dia memiliki kontrol diri dan disiplin diri yang tinggi dan bisa belajar dari kesalahan atau keberhasilan yang dilakukannya.

Tetapi penting untuk diperhatikan, kederdasan Intrapersonal harus dibarengi pula denga kecerdasan Interpersonal yang seimbang. Karena bila kecerdasan Intrapersonal kelewat menonjol akan menimbulkan sikap yang keras kepala, terkesan egois, mau menang sendiri dan agak sulit bekerjasama dengan orang lain.

8. Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan Naturalis adalah kemampuan untuk mengenali, mengingat, mengkategorikan, menganalisis atau menguasai pengetahuan mengenai lingkungan alam. Anak-anak cerdas Naturalis akan mampu beradaptasi dan mengeksplorasi lingkungan alam dimanapun dia tinggal.

Ciri-ciri : Sangat tertarik dengan berbagai kegiatan yang dilakukan diluar rumah. Senang bermain di taman, kebun, serta akrab dengan berbagai binatang peliharaan seperti kucing, kelinci dan sebagainya. Menyukai aktifitas berkemah, Hiking, memancing dan kegiatan lain yang berhubungan dengan alam dan juga senang mengoleksi berbagai benda dari alam seperti batu-batuan dan lainnya.


Penutup

Setiap anak akan mempunyai potensi kecerdasan yang berbeda-beda. Jadi orang tua tidak perlu langsung merasa khawatir bila ternyata kemampuan anaknya disuia tersebut belum terpebuhi, karena bukan berarti anaknnya tidak cerdas. Bisa saja kemampuanya di satu aspek kecerdasan kurang namun diaspek kecerdasan yang lain lebih bagus.

Tetapi bila terlalu jauh kemampuan yang ada dengan seharusnya yang dikuasai anak pada seusianya maka si orang tua perlu berhati-hati dan harus memeriksakannya ke dokter anak, psikolog anak dan atau ke psikiater anak.

Untuk mencapai kecerdasan yang optimal si orang tua harus dengan memberikan stimulasi yang tepat kepada si anak tetapi tidak boleh menonjolkan salah satu aspek kecerdasan saja. Sianak harus dibiarkan tumbuh dan berkembang sampai semua kemampuannya berkembang optimal dulu. Setelah suia 9 Tahun biasanya sudah mulai kelihatan aspek kecerdasan apa yang menonjol pada diri si anak. Dari Usia inilah si Orang tua bisa menentukan potensi anak yang harus di stimulasi lebih banyak dan yang mana cukup biasa-biasa saja. “ dikutip dari rubrik kesehatan Harian Analisa yang ditulis oleh dr. H.A. Siregar “
Baca Selengkapnya ... [read more]

 

Download Music AEROBIC

Free Style Aerobic :

Low Impact
a. COre the Music - download sample
b. La House Mix - download sample
c. Far n Full - download sample
d. CAS Mix - download sample
e. Tessue house mix - download sample
f. Zarros house mix - download sample
g. Passage - download sample
h. Lazong house mix - download sample
i. Smart Grovy House*new - download sample


Mix Impact
a. La NUNO - download sample
b. Atomix - download sample
c. D'Shara - download sample
d. Caracas - download sample
e. The Munk - download sample

f. No Name buzz* - download sample
g. Smart Grovy House*new - download sample

High Impact
a.Bugge House Mix - download sample

Rhythm Style Aerobic :
a. Mix High Energy - download sample
b. Mix Body Up - Download sample
c. Raising Balance - Download sample
d. Spirit of Motion - Download sample
e. Rhythm mix Power-download sample

Dankdut Funky:
a. Jeloo funky dut - download sample
b. Hallo Toyib - download sample
c. Meneketehe - download sample
d. Zeplak Funky dut - download sample

Belly Dance :
Pemula
a. Belly Love - download sample
b. Belly Rhythm Soul- download sample
b. Arrashi* - download sample

Menengah

a. Azzula-Belly Dance* download sample

Latin Funky Dance :
a. D'Latinos Lower - download sample
b. D'Latinos Faster - download sample
c. HOT Latin * - download sample
d. Latins Dance* - download sample

Yoga :
a. Filates (yoga Power) -download sample

Music Healing :
Reiki
a. up mind - download sample

b. Lautan Biru* - Download sample

c. Malam Sepi* - Download sample

d. Aura mimpi* - Download sample

Info Lengkap? kunjungi :

www.therobic.blogspot.com



Download ANTI VIRUS

coming soon